
Sedikit basa basi hehe, banyak diluar sana orang yang membutuhkan pendidikan tapi mereka tidak mempunyai biaya untuk hal itu,atau hal yang lain yang tidak bisa membuat mereka sekolah.Seharusnya kita bersyukur bahwa kita masih bisa sekolah,diberikan uang jajan,mempunyai alat transportasi untuk pergi kesekolah.Dan untuk hal itu pergunakanlah masa sekolah dengan sebaik-baiknya karena itu bisa menjadi bekal kalian kelak nanti dimasa tua,dan jika kalian sukses nanti maka kalian, kalau ada yang bertekad bisa membantu para-para anak anak itu menjadi lebih baik lagi.Saya teringat kata-kata HARRY S.TRUMAN pernah baca baca digoogle juga sih hihi..beliau berkata"saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal,dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan yang ada dihadapan mereka dengan segenap tenaga,semangat dan kerja keras". Hanya butuh 10 pemuda saja aku bisa mengubah dunia(ir.soekarno).
okee.. masuk kedalam materinya,
A. Hadits tentang keharusan meniru orang yang banyak ilmu
Perhatikan baik-baik hadits Rasulullah saw di bawah ini!
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَِّبيُ صلى الله عليه وسلم : لاَحَسَدَ إِلاَ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَا لاً فَسُِّلطَ عَلىَ هَلَكِتهِ فيِ الَحقّ ِ, وَ رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ الْحِكْمةَ فَهُوَ يَقْضِى ِبهَا وَيُعَلِمُهَا (رواه البجاري)
Artinya :
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda
:”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama
orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara
benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai
dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain (HR Bukhari)
Hadits di atas mengandung pokok materi yaitu seorang muslim
harus merasa iri dalam beberapa hal. Memang iri atau perbuatan hasad adalah perbuatan
yang dilarang dalam ajaran Islam, tetapi ada dua hasad yang harus ada pada diri
seorang muslim, yaitu pertama menginginkan banyak harta dan harta itu
dibelanjakan di jalan Allah seperti dengan berinfaq, shadaqah dan lainnya.
Harta ini tidak digunakan untuk berbuat dosa dan maksiat kepada Allah, kedua
menginginkan ilmu seperti yang dimiliki orang lain, kemudian ilmu itu diamalkan
dalam kehidupan sehari-hari, juga diajarkan kepada orang lain dengan ikhlash.
Hukum mencari ilmu itu wajib, dengan rincian, pertama hukumnya
menjadi fardhu ‘ain untuk mempelajari ilmu agama seperti aqidah, fiqih, akhlak
serta Al-Qur’an. Ilmu-ilmu ini bersipat praktis, artinya setiap muslim wajib
memahami dan mempraktekkan dalam pengabdiannya kepada Allah. Fardu ‘ain artinya
setiap orang muslim wajib mempelajarinya, tidak boleh tidak.
Dan kedua hukumnya menjadi fardu kifayah untuk mempelajari ilmu
pengetahuan umum seperti : ilmu sosial, kedokteran, ekonomi serta teknologi.
Fardu Kifayah artinya tidak semua orang dituntut untuk memahami serta
mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut, boleh hanya sebagian orang saja.
Kewajiban menuntut ilmu ini ditegaskan dalam hadits nabi, yaitu
:
رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Artinya :
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR.
Ibnu Abdil Bari)
Secara jelas dan tegas hadits di atas menyebutkan bahwa menuntut
ilmu itu diwajibkan bukan saja kepada laki-laki, juga kepada perempuan. Tidak
ada perbedaan bagi laki-laki ataupun perempuan dalam mencari ilmu, semuanya
wajib. Hanya saja bahwa dalam mencari ilmu itu harus tetap sesuai dengan
ketentuan Islam.
Kewajiban menuntut ilmu waktunya tidak ditentukan sebagimana
dalam shalat, tetapi setiap ada kesempatan untuk menuntutnya, maka kita harus
menuntut ilmu. Menuntut ilmu tidak saja dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga
formal, tetapi juga dapat dilakukan lembaga non formal. Bahkan, pengalaman
kehidupanpun merupakan guru bagi kita semua, di mana kita bisa mengambil
pelajaran dari setiap kejadian yang terjadi di sekeliling kita. Begitu juga
masalah tempat, kita dianjurkan untuk menuntut ilmu dimana saja, baik di tempat
yang dekat maupun di tempat yang jauh, asalkan ilmu tersebut bermanfaat bagi
kita. Nabi pernah memerintahkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu walaupun
sampai di tempat yang jauh seperti negeri China.
Selain itu menuntut ilmu itu tidak mengenal batas usia, sejak
kita terlahir sampai kita masuk kuburpun kita senentiasa mengambil pelajaran
dalam kehidupan, dengan kata lain Islam mengajarkan untuk menuntut ilmu
sepanjang hayat dikandung badan. Sebagaimana tercantum dalam hadits nabi :
أُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَحْدِ إِلَى اللَّهْدِ (رواه مسلم)
Artinya
“Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat”(HR. Muslim)
Sumber: https://kurnia249che.wordpress.com/tugas-tugas/data-data-agama/hadist-tentang-menuntut-ilmu/


0 komentar:
Posting Komentar